Minggu, 30 Desember 2012

Sepenggal Kata Untuk Ayahanda 2

Hujan itu mengingatkan ku pada suaramu
Seperti semua yang aku dengar saat kau ada
Jarak kini tak memberikan ku pilihan
Hanya untuk bertemu dalam mimpi agar kita dapat berbagi

Dalam pejam aku melihatmu
Namun tak ada kau ketika ku terbangun

Aku belum dapat melepas senyum itu
Aku belum dapat melepas kenangan itu
Mungkin dikehidupan yang lain
Aku dapat memelukmu kembali
Seperti saat saat itu
Aku akan tenang tertidur diantara dua tangan hangatmu

(Dedicated to Anindya Pravitayanti)

Sepenggal Kata Untuk Ayahanda 1

Ada rona disetiap senyumnya, Tenang adalah bahasanya
Yakinku ada disetiap geraknya, disetiap lakunya
Awan teduh begitulah rupanya dalam hati dan jiwa
Hangatkan dingin dengan ramah tatapnya

Adalah segenggam cahaya ia bagi rasa
Kukutip setiap kata-katanya agar dapat merasa dalam peluknya
Untuk itu aku utarakan penggalan cerita untuknya

Miliki semuanya disana, genggamlah asa bersama-Nya
Entah kapan aku akan menyusulnya
Rayakan semua keberadaannya
Inginku kecup kau diwaktu-waktu sebelumnya
Naungi setiap waktunya dengan pelukannya
Dengarkan setiap lantunan suara menjelma indah dijalan jiwa
Utarakan kembali saat ku menemuimu ayah
Menarilah dan buatku tertawa dengan semuanya
Untukmu aku tuliskan segenggam perasaan, mengenai rinduku kepadamu ayahanda

(Dedicated to Anindya Pravitayanti: Keep your fire burning in your heart, so your father will proud to saw you grow up like what he expacting)

Sabtu, 08 Desember 2012

Prosa sepi dari jiwa yang sunyi

Seribu puisi telah terlantun
seribu prosa telah tercipta
namun tak satupun
dapat menjaga hatinya disana

Seribu air mata telah terjatuh
seribu perih telah terasa
namun tak pernah kau tahu
apa yang ada dihati dan jiwa

Kau hanya tertawa dalam rintihku
kau hanya tersenyum dalam pedihku
kau hanya terdiam dalam sedihku
kau hanya tepaku dalam lukaku

Dimana kamu kasihku
aku kehilanganmu
aku tak lagi merasakanmu
kau meninggalkanku bersama airmataku
dan aku masih menunggumu
menjemput sekali lagi airmataku

seribu hari sudah aku tertegun
seribu hari sudah aku tertunduk
tak satu bayanganpun aku dapati dirimu
hanya sepi menemaniku

aku merindukanmu
aku mencintaimu
dan kini aku harus merelakanmu

Jumat, 30 November 2012

tak mengerti

Entah mengapa resahku kembali mengguncang hati
jujur takut itu masih ada disini
apakah kau mengerti?

Aku menanti, aku melihat, aku mencoba mengerti
namun apakah serupa seperti itu kau disini?
aku tak mengerti

Aku merasa kau menyatu dalam pusara jiwa ini
namun bagai mimpi kau menghilang seiring deru mentari
mengapa seperti ini?

Aku menangis diantara tawamu setiap hari
tanpa kau sadari aku hanya diam dalam layuku saat ini
aku tak mengerti mengapa aku ini


????????

aku terlampau lelah saat ini
aku inginkan kau berdiri disisi hati
namun tak sempat sepertinya diri
maka kau berlalu seperti angin musim dingin

seharusnya kau meredam resah
namun tak pernah lekang ku mendekap asa
mungkin tak lagi ada kini kau merasa
tapi aku terus mengerang karena patah

aku hanya ingin kau ada
diantaranya
disampingnya
disetiap waktunya

Jumat, 30 Maret 2012

Sajak sakit untuk berpisah 1

Merasakan sepi sendiri
tanpa tau sampai kapan begini
aku membaur dengan malam ini
lebih gelap dari seharusnya tadi
aku menghilang diantara mimpi
aku berusaha untuk pergi
namun angin ini menarikku kembali
bukan maksudku berdiri kembali
jujur lelah hati ini terpaut sangat dalam diri
ingin ku menjauhi
namun semakin ku lanjuti
semakin ku menemui
aku tak inginkan aku
kaupun seperti itu
tak ingin  aku bersamamu saat ini
namun entahlah diri ini tetap tak bergeming dari sini
aku terpaku menyaksikan lukamu sendiri
terluka hati melihatmu seperti ini
jangan menangis lagi
setelah ini kau tak akan dapati
aku berada disini
aku akan pergi
pergi untukmu yang kucintai
agar tak ada luka lagi
setelah ini
aku berjanji
maka lihatlah aku yang mulai membiasi hari
perlahan tapi pasti
kau kutinggalkan disini
kutitipkan segenggam cinta ini
ia separuh mati namun masih dapat kau lukai
jangan ingkari hati
jika kau ingini maka bawalah ia pada setiap amarah diri
sampai ia tak bernafas lagi
kemudian simpanlah diantara dinding dinding ini
sebagai nisanku atas cinta ini
selamat tinggal kasih
sampai disini semuanya ku akhiri

Kamis, 29 Maret 2012

Bahasa Hati 2 (Dalam nama Radinka Rubiana Basuki)

Resapilah semua
mengertilah segala
Amankan hati yang berada
didalam raga-raga
Dinginkah kau disana?
aku bertanya
Indah ku kan terbuka
saat cinta memesrakan asmara
Namun bilapun tidak ada
aku kan terus merasa
Kau satu yang menaiki mimpi jiwa
aku selalu berharap terus menapaki jalan jalannya
Akui aku sebagian darinya
cita seperti haru, airmata tak akan pergi tanpanya

Resah tak akan ada
bila aku diantaranya
Untuk itu aku berada
bercerita setiap rasa
Bantu aku untuk tak melupakannya
jangan sampai ku mengilangkannya
Ingin selalu ku sapa
ramainya bahasa dari jiwa yang terluka
Apa aku dapat mengubahnya
setiap gundah nuraninya?
Namai setiap celahnya dengan kata
dari doa-doa untuknya
Aku selalu merinduinya
sampai semua terlupa padanya

Bila satu waktu sampai pada masanya
aku kan teruskan lukisan ini untuknya
Amankan setiap kenangannya
didalam lemari memoriku kepadanya
Sampai saat ia kembali membuka matanya
dan melihatku memandangnya dalam kerinduanku padanya
Uraikan kembali airmataku diantara tatapannya
dan akan ku katakan bahwa ku mencintainya
Ketika itu kan ku rengkuh kedamaiannya
menjadikannya damai hati untuk cintaku yang kutujukan padanya
Inilah sebuah prosa rasa untukmu yang kucinta
larutkan hatimu saat membacanya
maka kau kan tau bagaimana cara merasakanya
selamat malam yang kucinta
bermimpilah sampai kau siap membaurkan rasa
dan akan aku menantimu seperti ini selamanya

bahasa hati yang merindu 1

Menarilah diantara malam malamku
bermimpilah bersama diriku
hadirlah selalu
disetiap hariku
kala rindu terus menggebu
aku ingin menemuimu

bagilah semuanya
katakan setiap rasa
karena aku mencinta
segala adanya
semuanya
yang ada didalam raga

curilah sedikit waktuku
bicarakan setiap dahagamu
berikan aku cahaya itu
sehingga dapat aku mencukupi
cintaku padamu selalu

jangan pernah berhenti seperti itu
jangan pernah menghentikan itu
berhenti dan menghentikan asmaraku padamu
aku mencintaimu
mencintaimu
mencintaimu

Jumat, 16 Maret 2012

kembali merasa

Aku melihat kembali mata-mata itu
aku kembali melihat laku itu
aku mengerti bahasamu
walau dalam kebisuan itu

aku masih diam
aku masih terus diam
menunggu kau benar-benar diam
dan tidak lagi terdiam

aku tau kau berbeda
aku mengerti kau tak sama
namun apa harus kau membuka
segala loka di hadap mata?

aku tak bicara
kau pun curiga
aku berkata
kau tak suka
seperti apa aku harus ada
kau tak mau aku ada
tapi tak kuhirau rasa itu berada
aku hanya berjalan biasa
diantara guncangan luar biasa
aku bertahan saja
berharap melihatmu berkaca
seperti apa kau berada
tidak jauh berbeda
dengan aku yang kau hina

Jumat, 17 Februari 2012

mencari

hujan membasahi tapak tapak hari ini
aku masih berjalan
aku masih mendaki
mencari sebuah alasan mengapa tetap aku mencintai
aku tau kau mencari
tapi tak akan kau temui
temui hati sunyi itu lagi
karena kini segala senyap telah kulampaui
karena semua dingin telah ku reduksi
kau harus mengerti
kau harus pahami kata hati ini
aku bicara dengan bahasa ini
dapati aku di hari berikutnya
setelah kau puas temui
temui setiap anak tangga kehidupan perih ini
jangan turunkan kepala dan hatimu
jangan membisu sendiri
katakan rindu pada diri
dan coba sekali lagi mencintai
maka janjiku kan temani
temani raga jiwa dan karsa yang sesaat mati
karna kau telah ragui
segala cahaya ini

Lukisan Hati Pembaca